Muskab IPSI Kabupaten Serang, Medi Subandi Terpilih Pimpin IPSI Periode 2026–2030

Muskab IPSI Kabupaten Serang, Medi Subandi Terpilih Pimpin IPSI Periode 2026–2030

SERANG, CompasKotaNews.com – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Serang resmi digelar di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kecamatan Petir. Forum tersebut menghasilkan Medi Subandi, S.H. sebagai Ketua Umum IPSI Kabupaten Serang untuk masa bakti 2026–2030.

Muskab IPSI Kabupaten Serang menjadi forum penting untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan arah organisasi dalam empat tahun mendatang. Sejumlah agenda dibahas, mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ), penyusunan program kerja hingga pemilihan kepengurusan baru.

Floating Ad with AdSense
X

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 29 Pengurus Kecamatan (Pengcam) IPSI yang ada di wilayah Kabupaten Serang.

Dalam pelaksanaannya, forum Muskab dipimpin Huraeri, A.Md.Kep., yang juga menjabat sebagai Ketua IPSI Kecamatan Tunjung Teja. Hadir pula Tating Lies, S.E., selaku Wakil Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Banten bidang Penelitian dan Pengembangan.

Medi Subandi, S.H.

Evaluasi Kepengurusan dan Penyusunan Program Kerja

Rangkaian Muskab diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus IPSI Kabupaten Serang periode sebelumnya. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama sebelum peserta membahas berbagai agenda organisasi untuk periode berikutnya.

Pembahasan kemudian diarahkan pada sejumlah program strategis yang akan menjadi pijakan IPSI Kabupaten Serang selama empat tahun ke depan. Penguatan organisasi, pembinaan atlet serta pengembangan pencak silat menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepengurusan baru.

Setelah melalui proses musyawarah, peserta Muskab akhirnya mencapai kesepakatan terkait sosok yang akan memimpin IPSI Kabupaten Serang.

IPSI Kabupaten Serang

Medi Subandi Terpilih Secara Musyawarah Mufakat

Medi Subandi, S.H., yang sebelumnya dipercaya sebagai Sekretaris IPSI Kabupaten Serang, ditetapkan sebagai Ketua Umum IPSI Kabupaten Serang periode 2026–2030.

Pemilihan tersebut berlangsung melalui mekanisme musyawarah mufakat. Terpilihnya Medi diharapkan menjadi awal penguatan organisasi sekaligus mendorong peningkatan prestasi pencak silat Kabupaten Serang di berbagai ajang kompetisi.

Ketua Sidang Muskab, Huraeri, mengatakan pergantian kepemimpinan harus menjadi momentum untuk melakukan konsolidasi dan penyegaran organisasi.

Menurutnya, soliditas seluruh Pengcam menjadi salah satu kunci agar IPSI Kabupaten Serang dapat berkembang dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.

“Muskab ini bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting untuk memperkuat soliditas antar-Pengcam di 29 kecamatan,” kata Huraeri.

Ia optimistis kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Medi Subandi dapat membawa IPSI Kabupaten Serang mengalami kemajuan dalam pembinaan atlet muda sekaligus menjaga pencak silat sebagai bagian dari warisan seni dan budaya daerah.

Pengprov IPSI Banten Beri Apresiasi

Apresiasi terhadap pelaksanaan Muskab juga disampaikan Pengprov IPSI Banten. Tating Lies menilai proses musyawarah berjalan tertib dan kondusif serta mencerminkan semangat kekeluargaan antaranggota organisasi.

Ia berharap pengurus baru tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi, tetapi segera menerjemahkan hasil Muskab ke dalam program kerja yang konkret dan terukur.

“Pengprov IPSI Banten sangat mengapresiasi dinamika musyawarah yang berjalan kondusif, tertib, dan sarat akan semangat kekeluargaan,” ujar Tating Lies.

Menurutnya, salah satu fokus utama yang perlu mendapat perhatian pengurus baru adalah pembinaan atlet potensial. Atlet-atlet dari Kabupaten Serang diharapkan mampu memiliki daya saing lebih kuat untuk menghadapi kompetisi di tingkat Provinsi Banten maupun nasional.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026–2030, IPSI Kabupaten Serang diharapkan semakin solid dalam menjalankan pembinaan, meningkatkan prestasi atlet, serta menjaga eksistensi pencak silat sebagai olahraga sekaligus warisan budaya masyarakat. (Tf/Red)