PAD Parkir Kota Serang Diduga Bocor Rp.9 Miliar, Wali Kota Murka

PAD Parkir Kota Serang Diduga Bocor Rp9 Miliar, Wali Kota Murka!

KOTA SERANG, CompasKotaNews.com – Wali Kota Budi Rustandi mengungkap adanya dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di Kota Serang. Temuan tersebut mencuat setelah dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan bersama perhitungan dari Badan Pendapatan Daerah.

Floating Ad with AdSense
X

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, potensi kerugian daerah akibat kebocoran retribusi parkir diperkirakan mencapai Rp9 miliar. Nilai tersebut dinilai cukup besar dan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Serang dalam upaya meningkatkan pemasukan daerah.

Budi Rustandi menyoroti bahwa target PAD dari sektor parkir selama ini tidak pernah tercapai secara optimal. Padahal, jumlah kendaraan bermotor di Kota Serang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Temuan dari Bapenda menunjukkan adanya potensi kehilangan pendapatan sekitar Rp9 miliar dari retribusi parkir,” ujar Budi usai mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi terkait parkir tepi jalan umum (TJU) serta tempat khusus parkir (TKP) di Pusat Pemerintahan Kota Serang, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena pertumbuhan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak sebanding dengan setoran parkir yang diterima pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Serang saat ini tengah fokus mendorong peningkatan PAD dari berbagai sektor, termasuk parkir. Karena itu, dugaan kebocoran retribusi menjadi persoalan yang harus segera dibenahi.

Selain itu, Budi Rustandi juga memberikan peringatan tegas kepada para koordinator parkir dan juru parkir (jukir). Ia menilai ketidakpatuhan dalam penyetoran hasil parkir menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kebocoran pendapatan daerah.

Pemerintah Kota Serang berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan parkir guna meminimalkan potensi kebocoran dan meningkatkan transparansi penerimaan retribusi parkir di masa mendatang. (Red/CKN)