Pengkritik Pemerintah Kini Masuk Istana, Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres

Pengkritik Pemerintah Kini Masuk Istana, Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres
Pengkritik Pemerintah Kini Masuk Istana, Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres

JAKARTA, CompasKotaNews.com – Rocky Gerung resmi masuk ke dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Pelantikan Rocky menjadi perhatian karena selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai akademikus dan pengamat politik yang aktif menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Kini, posisi tersebut berubah. Rocky secara resmi menjadi bagian dari lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Dalam prosesi pelantikan, sejumlah tokoh dipanggil satu per satu untuk menandatangani berita acara. Rocky Gerung termasuk di antara anggota Wantimpres yang dilantik langsung oleh Presiden Prabowo. Secara keseluruhan, terdapat 23 tokoh dan pejabat yang dilantik sebagai anggota Wantimpres dalam prosesi tersebut.

Pratikno dipercaya memimpin Wantimpres sebagai ketua, sedangkan posisi wakil ketua ditempati Hatta Rajasa.

Rocky Gerung Kini Berada di Lingkaran Penasihat Presiden

Masuknya Rocky Gerung ke Wantimpres menandai perubahan penting dalam perjalanan publiknya. Sosok yang selama ini lebih banyak dikenal melalui forum diskusi, tulisan, dan kritik terhadap kebijakan pemerintah tersebut kini memiliki peran formal dalam struktur pemerintahan.

Sebelum pelantikan, keberadaan Rocky di Istana Kepresidenan pada Jumat siang memang telah menarik perhatian. Kedatangannya dikaitkan dengan agenda pelantikan anggota Wantimpres.

Saat ditanya mengenai kehadirannya, Rocky tidak memberikan penjelasan panjang kepada awak media dan memilih masuk ke kompleks Istana. Beberapa jam kemudian, statusnya sebagai anggota Wantimpres dikonfirmasi melalui prosesi pelantikan.

Perubahan posisi ini membuat perjalanan Rocky semakin menarik untuk diperhatikan, terutama karena ia sebelumnya dikenal sebagai figur publik yang kerap menyampaikan kritik dan pandangan berbeda terhadap pemerintah.

Rekam Jejak Akademik Rocky Gerung

Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959. Ia dikenal sebagai akademikus, filsuf, penulis, dan pengamat politik yang banyak membahas isu demokrasi, kebebasan berpikir, serta kebijakan publik.

Riwayat pendidikannya ditempuh di Universitas Indonesia. Rocky sempat mengambil jurusan Hubungan Internasional sebelum kemudian melanjutkan studi di bidang filsafat dan menyelesaikannya di UI.

Latar belakang filsafat tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam kiprahnya di ruang publik. Ia dikenal memiliki gaya analisis yang mengandalkan argumentasi filosofis ketika membahas berbagai persoalan sosial dan politik.

Rocky juga pernah mengajar filsafat di Universitas Indonesia selama bertahun-tahun. Dalam berbagai kesempatan, ia membahas sejumlah bidang kajian, mulai dari filsafat politik hingga teori keadilan.

Selain aktivitas akademik, Rocky tercatat sebagai salah satu pendiri Setara Institute, lembaga yang bergerak dalam isu kesetaraan, hak asasi manusia, dan keberagaman.

Dari Suara Kritis Menjadi Bagian Pemerintahan

Pelantikan Rocky Gerung sebagai Wantimpres menempatkannya pada posisi baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Jika sebelumnya gagasan Rocky lebih banyak disampaikan dari ruang publik sebagai pengamat dan intelektual, kini pandangan tersebut berada dalam lingkungan kelembagaan yang secara resmi memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Perubahan peran ini sekaligus menjadi babak baru perjalanan Rocky Gerung. Dari figur yang dikenal vokal menyampaikan kritik dan analisis politik, kini ia menjalankan tugas sebagai salah satu anggota Wantimpres.

Kehadirannya di lembaga tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian publik, mengingat rekam jejaknya sebagai intelektual publik yang selama ini aktif dalam perdebatan mengenai politik, demokrasi, dan kebijakan pemerintahan.

(Bdi/Red)