
SERANG KOTA || Compaskotanews.com —
Rezeki, jodoh, dan kematian — semuanya telah ditetapkan di tangan Allah Yang Maha Mengatur. Namun ketentuan-Nya bukanlah alasan untuk berdiam diri. Janganlah kita terlena di kala sehat, jangan disia-siakan masa muda yang berharga ini. Waktu yang berlalu tak akan kembali, maka gunakanlah sebaik-baiknya untuk kebaikan, untuk keberkahan, dan untuk mempersiapkan hari esok.
Kepada para sahabat, mari kita senantiasa memberikan teladan dan pandangan yang baik kepada anak-anak kita. Apa yang mereka miliki dan apa yang mereka capai kelak, adalah cerminan dari perilaku dan usaha mereka sendiri. Janganlah merasa Allah itu adil lantas membiarkan anak-anak kita berleha-leha, bermalas-malasan, hanya terpaku pada gawai yang digenggam tiap hari. Itu bukan jalan menuju kemuliaan.
Anak-anak harus dididik dengan kemandirian, dengan kepekaan, dan dengan keterampilan yang terus diasah. Latihlah mereka berpikir kreatif, mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Jangan biarkan ketergantungan menumpulkan semangat mereka. Karena anak yang terbiasa berusaha, akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh — dan itulah bekal paling berharga yang bisa kita wariskan.
Ingatlah, sifat dan kebiasaan seseorang kelak turut membentuk jalan hidupnya, termasuk jodoh yang dipertemukan. Anak yang rajin, tekun, dan berbudi luhur, insya Allah akan dipertemukan dengan pasangan yang sepadan. Sebaliknya, kemalasan yang dibiarkan tak hanya menghambat rezeki, namun juga mempengaruhi bagaimana kehidupan mereka berjalan ke depan.
Benar, semua di tangan Allah. Namun Allah tidak mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Rezeki memang sudah dijamin, tetapi harus diusahakan, harus digapai dengan tangan dan doa. Jangan anggap hidup ini mudah — tunjukkanlah kepada anak-anak bahwa kesuksesan adalah buah dari ketekunan, bukan pemberian yang jatuh begitu saja.
Ajarkan mereka untuk tanggap, untuk berbakti, dan untuk patuh kepada orang tua. Kepatuhan anak adalah cermin kebaikan hatinya. Dan apa yang diridhai oleh orang tuanya, itulah yang diridhai oleh Allah SWT. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berbakti, dan diberkahi — membawa kebaikan bagi diri mereka, keluarga, dan sesama.
Oleh:Toni firdaus


