
CompasKotaNews.com – Serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap sebuah jembatan strategis di Iran menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 95 lainnya.
Jembatan B-1 yang menjadi penghubung utama antara ibu kota Teheran dan kota Karaj hancur dalam sekejap setelah dihantam dua gelombang serangan rudal pada Kamis waktu setempat.
Akibat serangan tersebut, puluhan korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Imam Ali yang berada di Karaj.
Salah satu korban, Muhammad Yasai, mengungkapkan kecaman keras terhadap serangan tersebut. Ia menilai tindakan militer tersebut telah menyasar infrastruktur sipil dan membahayakan masyarakat tak bersalah.
Saat kejadian berlangsung, Yasai tengah menggendong anak perempuannya. Tiba-tiba, reruntuhan material besar berjatuhan dan menimpa bagian kakinya, menyebabkan cedera cukup parah.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengakui keterlibatan negaranya dalam serangan tersebut. Ia bahkan menyatakan bahwa serangan lanjutan dengan skala lebih besar bisa terjadi jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua negara.
Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil tidak akan melemahkan negaranya. Ia justru menilai tindakan tersebut mencerminkan kepanikan serta kemunduran moral dari pihak lawan.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pun kembali meningkat, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut. (Red/CKN)

