ART Kerap Dianiaya Oleh Majikan Jakarta, Berhasil Kabur Penuh Luka

oleh
Perlakuan majikan terhadap Art kerap terjadi penganiayaan di tempat kerja tampa sebab

Pemalang, Compas kota news.com – Seorang warga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, S, menjadi korban penganiayaan oleh majikannya saat bekerja menjadi asisten rumah tangga (ART) di Jakarta. Perempuan berusia 23 tahun itu harus dirawat di rumah sakit.

Penganiayaan yang dialami S diketahui setelah warga Desa Kebanggan, Kecamatan Moga itu berhasil kabur dari tempat tinggal majikannya di Jakarta dan pulang ke Pemalang. S kemudian dibawa ke RSUD dr M Ashari Pemalang karena mengalami luka parah di tubuhnya.

Penganiayaan yang dialami S tersebut mendapat perhatian dari Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo. Bersama aparat Pemerintah Kecamatan Moga, Ari mendatangi RSUD dr M Ashari untuk melihat langsung kondisi S, Jumat (9/12).

Ari mengatakan, Polsek Moga menerima laporan dan pengaduan terkait penganiayaan yang dialami S pada Kamis (8/12) dari pihak keluarga.

“Pada saat itu juga, langsung direspon oleh bapak Kapolsek dan Bhabinkamtibmas dengan mendatangi rumah korban,” ujar Ari usai melihat kondisi S.

Menurut Ari, saat dicek di rumahnya, kondisi S sangat memperihatinkan. Terdapat banyak luka di beberapa bagian tubuhnya.

“Sehingga langkah awal yang kami lakukan, yakni mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat di Moga, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD dr M Ashari Pemalang,” ujarnya.

Terkait kejadian yang menimpa korban S, Ari menyebut Polsek Moga sudah menindaklanjuti dengan meminta keterangan dari S dan keluarganya. Berdasarkan keterangan yang didapat, S mendapatkan penganiayaan dari majikannya saat bekerja sebagai ART di Jakarta.

“Sehingga langsung kami koordinasikan dengan kepolisian di Jakarta untuk menindaklanjuti kasus tersebut,” imbuh Ari.

Ibu S, Eni mengatakan, anaknya sudah bekerja sebagai ART di Jakarta selama kurang lebih tujuh bulan. Keluarga sempat tidak mengetahui kabar S sebelum mendapati kondisinya menjadi korban penganiayaan.

BACA JUGA :  PP dan Forkabi Bentrok di Tangerang Dipicu Rebutan Lahan Parkir

“Komunikasi hanya tiga bulan. Terakhir komunikasi bulan Juni. Selanjutnya tidak ada kabar. Alhamdulillah lega sekarang sudah ketemu anak saya. Terima kasih sekali atas bantuan dan respon cepatnya dari Kepolisian dan Pemerintah Kecamatan Moga,” ujarnya.
(tf/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *