Wong Cilik Dari Desa Ciruas ke Tiongkok Mebawa Misi Wujudkan Desa Mandiri dan Ekonomi Kerakyatan

Dari Desa Ciruas ke Tiongkok: Darja Bawa Misi Wujudkan Desa Mandiri dan Ekonomi Kerakyatan

SERANG, CompasKotaNews.com — Pelatihan kader desa ke Tiongkok menjadi salah satu upaya untuk memperluas wawasan para kepala desa dan kader mengenai tata kelola pemerintahan desa, pengembangan ekonomi, teknologi pertanian, hingga pelestarian budaya.

Salah satu kepala desa yang terpilih mengikuti Pelatihan Kader Desa Indonesia di Tiongkok adalah Darja, Kepala Desa Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Floating Ad with AdSense
X

Dalam kegiatan tersebut, Darja bersama peserta lainnya mempelajari berbagai sistem pengelolaan desa yang diterapkan di Tiongkok. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana pemerintah di Tiongkok terlibat secara langsung dalam pembangunan di tingkat desa dengan sistem tata kelola yang telah berkembang.

Selain tata kelola pemerintahan, kemajuan teknologi pertanian di Tiongkok juga menjadi salah satu pembelajaran penting. Teknologi dan mesin otomatis digunakan dalam berbagai proses pertanian sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Seluruh biaya pelaksanaan pelatihan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dukungan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program pelatihan bagi para kader desa Indonesia yang terpilih mengikuti kegiatan pembelajaran di Tiongkok.

Bagi desa-desa di Indonesia, berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran yang kemudian disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing wilayah.

Dorong Gotong Royong dan Ekonomi Desa

Usai mengikuti pelatihan, penerapan semangat gotong royong di tingkat desa menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat diperkuat.

Di Desa Ciruas maupun desa lainnya, konsep usaha bersama dan koperasi dapat dikembangkan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan pengelolaan yang dilakukan secara bersama, potensi ekonomi desa diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga.

Pembelajaran dari Tiongkok juga memberikan gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, serta organisasi desa yang mampu menjalankan program secara berkelanjutan.

Lima Strategi Pembangunan Desa

Setidaknya terdapat lima poin strategi pembangunan desa yang menjadi pembelajaran dari pelatihan tersebut.

Pertama, pembangunan industri dan infrastruktur untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran. Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan.

Ketiga, pelestarian budaya yang tetap harus berjalan seiring dengan pembangunan. Keempat, penguatan pembangunan ekonomi agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang produktif.

Kelima, pembentukan dan penguatan organisasi desa untuk mendukung tata kelola serta pelaksanaan pembangunan secara terarah.

Teknologi Maju Tetap Berpijak pada Budaya

Pelatihan kader desa di Tiongkok juga memberikan pelajaran bahwa kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.

Filosofi Tiongkok kuno/ Pepatah Tiongkok kuno :Raja menganggap rakyat sebagai langit, rakyat menganggap pangan sebagai langit, Secara garis besar maknanya: pemerintah harus bersandar pada rakyat, sedangkan Kelangsungan hidup rakyat bergantung pada pangan…

menekankan pentingnya hubungan yang baik antara pemerintah dan rakyat. Hubungan tersebut menjadi salah satu dasar dalam menciptakan pembangunan yang melibatkan masyarakat.

Kemajuan teknologi, termasuk di bidang pertanian, juga tidak semata-mata dipandang sebagai tujuan akhir. Teknologi diharapkan dapat menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah berkembang.

Sampaikan Terima Kasih kepada Kemendes PDT

Atas kesempatan mengikuti program pelatihan tersebut, Darja menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., serta Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria.

Ke Tiongkok bukan sekadar perjalanan, tetapi momentum untuk menggali ilmu, memperluas wawasan, dan membawa pulang pengalaman yang dapat diterapkan secara nyata sesuai dengan potensi serta kebutuhan desa masing-masing.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan atas dukungan dan kesempatan yang diberikan sehingga dirinya dapat terpilih menjadi salah satu kepala desa yang mengikuti pelatihan kader desa Indonesia di Tiongkok.

Darja berharap ilmu, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan Desa Ciruas.

Pengalaman dari Tiongkok selanjutnya dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masyarakat setempat, terutama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa, ekonomi bersama, pemanfaatan teknologi, peningkatan sumber daya manusia, serta pelestarian budaya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong desa-desa di Indonesia, termasuk Desa Ciruas, untuk semakin mandiri dan mampu menjalankan pembangunan secara berkelanjutan.

#BangunDesaBangunIndonesia #kemendespdt #KepalaDesaRanjeng #DesaRanjeng #KabupatenSerang #Banten #PembangunanDesa #DesaMaju #PelatihanKaderDesa #InovasiDesa #PertanianModern #KetahananPangan #Indonesia #Tiongkok