
Oleh: Sapta Mulyana, S.Hum. (Kepala Desa Ranjeng Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang)
SERANG, CompasKotaNews.com – Prestasi membanggakan kembali diraih Kepala Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sapta Mulyana, S.Hum. Ia terpilih sebagai salah satu dari 25 kepala desa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok.
Kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Desa Ranjeng, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Serang dan Provinsi Banten di tingkat internasional. Program ini menjadi wadah bagi para kepala desa terpilih untuk memperluas wawasan mengenai pembangunan desa berbasis inovasi dan teknologi.
Kepada CompasKotaNews.com, Jumat (7/8/2026), Sapta Mulyana mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti program tersebut.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dipercaya mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia bersama kepala desa terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga sekaligus amanah untuk membawa pulang ilmu yang dapat diterapkan demi kemajuan desa,” ujarnya.

Program Kerja Sama Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok
Sapta menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dalam penguatan kapasitas aparatur pemerintahan desa.
Program ini merupakan undangan dari Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok dan diselenggarakan oleh Pusat Layanan Kerja Sama Internasional Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok. Pelaksanaannya turut dikoordinasikan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta.
Seluruh biaya pelaksanaan pelatihan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sehingga peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara optimal.
Belajar Modernisasi Pertanian dan Tata Kelola Desa
Selama mengikuti pelatihan di Negeri Tirai Bambu, para peserta memperoleh berbagai materi mengenai pembangunan desa, penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Selain pembelajaran di ruang kelas, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah kawasan pertanian modern dan desa-desa yang dinilai berhasil menerapkan tata kelola pemerintahan serta pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.
Dalam program tersebut, para kepala desa melaksanakan pembelajaran di tiga wilayah, yakni Beijing, Yunnan, dan Changsha, Provinsi Hunan, untuk mempelajari berbagai model pembangunan desa yang telah sukses diterapkan di Tiongkok.
Beragam inovasi yang dipelajari meliputi modernisasi sektor pertanian, penerapan teknologi, pemberdayaan masyarakat desa, penguatan kelembagaan petani, hingga strategi peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan ekonomi desa.

Siap Terapkan Ilmu di Desa Ranjeng
Menurut Sapta Mulyana, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan memberikan banyak pelajaran penting mengenai keberhasilan pembangunan desa.
Ia menilai kemajuan sebuah desa tidak semata-mata bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga ditentukan oleh kepemimpinan yang efektif, kolaborasi seluruh elemen masyarakat, serta kemampuan pemerintah desa menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Kami ingin menghadirkan perubahan positif melalui berbagai inovasi yang relevan dengan kondisi Desa Ranjeng. Banyak pengalaman yang dapat diterapkan, terutama dalam pengembangan sektor pertanian, peningkatan kapasitas aparatur desa, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Sapta berharap seluruh ilmu dan praktik terbaik yang diperoleh selama berada di Tiongkok dapat segera diimplementasikan di Desa Ranjeng serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Serang.
Dilepas Langsung Menteri Desa
Keikutsertaan Sapta Mulyana dalam program internasional tersebut semakin istimewa karena seluruh peserta sebelumnya dilepas secara resmi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Yandri Susanto.
Dalam kesempatan tersebut, Sapta Mulyana juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., serta Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada para kepala desa untuk mengikuti program pelatihan bertaraf internasional tersebut.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Ranjeng, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., dan Bapak Wakil Menteri Ahmad Riza Patria yang telah memberikan dukungan serta kesempatan kepada kami untuk menimba ilmu di Republik Rakyat Tiongkok. Insyaallah, ilmu dan pengalaman yang kami peroleh akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menghadirkan inovasi bagi kemajuan Desa Ranjeng serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Sapta Mulyana.
Prosesi pelepasan tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada para kepala desa yang dipilih sebagai agen perubahan dalam mendorong pembangunan desa di Indonesia.
Usai menyelesaikan pelatihan di Republik Rakyat Tiongkok, Sapta Mulyana langsung melanjutkan berbagai agenda peningkatan kapasitas lainnya. Langkah tersebut menunjukkan komitmennya untuk terus memperluas wawasan serta meningkatkan kompetensi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyaraka.
#BangunDesaBangunIndonesia #kemendespdt #SaptaMulyana #KepalaDesaRanjeng #DesaRanjeng #KabupatenSerang #Banten #PembangunanDesa #DesaMaju #PelatihanKaderDesa #InovasiDesa #PertanianModern #KetahananPangan #Indonesia #Tiongkok

