
Hidup Akan Cilaka Bagi Pendusta lagi Berdosa — Peringatan Tegas Allah di Dalam Al-Qur’an
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ
Wailul likulli affākin aṡīm
Artinya: “Cilaka besar bagi setiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berbuat dosa.”
(QS. Al-Jatsiyah: 7)
Allah SWT memberikan peringatan yang sangat tegas melalui ayat ini. Kata “Wail” yang digunakan bukan sekadar nasihat biasa — maknanya adalah kebinasaan yang amat dahsyat, bahkan disebutkan sebagai nama sebuah lembah di neraka. Ini menunjukkan betapa beratnya ancaman Allah bagi orang yang menjadikan kebohongan sebagai kebiasaan hidup, lalu disertai dengan perbuatan dosa yang terus-menerus.
Dua sifat yang disebut di sini — “Affāk” yaitu orang yang sering berdusta, dan “Aṡīm” yaitu orang yang penuh dosa — saling berkaitan. Kebohongan yang dijadikan kebiasaan akan perlahan membuka jalan bagi perbuatan buruk lainnya. Seseorang yang terbiasa berbohong akan semakin mudah melanggar aturan Allah, sehingga dosa demi dosa menumpuk, dan dirinya semakin menjauh dari jalan yang diridhai-Nya.
Sebagai umat Islam, kita wajib memahami dan mengimani bahwa setiap firman Allah adalah kebenaran mutlak. Peringatan ini bukan ditujukan untuk menakuti semata, melainkan agar kita segera menyadari bahayanya kebohongan. Setiap ucapan yang keluar dari lisan akan dicatat, dan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Tidak ada kebohongan yang dapat tersembunyi dari-Nya.
Maka, mari kita perbaiki diri. Jagalah lisan agar tidak mudah berkata dusta, dan perbanyaklah ucapan yang benar serta jujur. Kejujuran adalah cahaya yang menuntun kita kepada kebaikan, kepada keridhaan Allah, dan keselamatan di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah senantiasa menjaga lisan, hati, dan perbuatan kita, menjauhkan kita dari kebohongan dan segala perbuatan dosa.
Oleh: Toni firdaus

