Hari Hari Seorang Dr Alpedi Khanfan, Pendidik Sejati yang tak Pernah Purna Mengabdi

Hari Hari Seorang Dr. Alpedi Khanfan: Pendidik Sejati yang Tak Pernah Purna Mengabdi

Serang Kota || Compaskotanews.com —
Purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari jalan pengabdian yang lain. Begitulah sosok Dr. Alpedi Khanfan — sekalipun telah pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Serang, jiwa pendidik di dalam dirinya tak pernah berhenti berdetak. Ia tidak tinggal diam. Hari-harinya tetap diisi dengan semangat mengajar, menyentuh kehidupan generasi muda dengan ketulusan yang tak pernah pudar oleh waktu.

Floating Ad with AdSense
X

Kini, beliau mengabdikan diri sebagai dosen di Kampus Al Khairiyah, Cilegon. Di sana, dedikasi tinggi yang selalu melekat pada dirinya terus terpancar. Beliau bukan sekadar mengajar, melainkan menjadi pemikir yang selalu dirindukan kehadirannya. Dunia pendidikan, rekan-rekan sejawat, maupun siapa saja yang mengenalnya, kerap meminta nasihat, masukan, dan arahan darinya. Pandangannya tajam, berpikir luas, namun tetap rendah hati — itulah sebabnya kehadirannya selalu dirindukan dan dihormati.

Saya, Toni Firdaus, selaku penggiat publik di Kota Serang, menyaksikan langsung perjalanan karir beliau. Selama mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Pendidikan, beliau melaksanakan segala sesuatu sesuai tugas pokok dan fungsinya dengan jujur, transparan, dan penuh tanggung jawab. Birokrasi yang bersih tanpa noda, kinerja yang lurus tanpa kepentingan pribadi — itulah yang beliau tunjukkan. Kejujuran dan integritasnya patut dikagumi, menjadi teladan bagi siapa saja yang berkecimpung di pelayanan publik.

Lebih dari itu, hatinya seluas langit. Sosok ini tidak hanya unggul di meja kerja, melainkan juga di tengah kehidupan sesama. Ketika ada rekan yang sakit, beliau datang. Ketika ada yang berpulang ke Rahmatullah, beliau tampil hadir di kediaman yang berduka. Tidak menunggu diundang, tidak menunggu dipanggil — kepekaan sosialnya tinggi, kepeduliannya tulus. Ia hadir bukan karena kedudukan, melainkan karena kemanusiaan dan persaudaraan yang dirasakan sesungguhnya.

Itulah Dr. Alpedi Khanfan — sosok yang membuktikan: menjadi pendidik sejati tidak berakhir saat pensiun tiba. Mengabdi tidak mengenal masa purna, dan peduli sesama tidak mengenal batas jabatan. Semoga langkah beliau yang penuh kebaikan senantiasa diberkahi Allah, setiap ilmu yang ditularkan menjadi amal jariyah yang tak terputus, dan setiap kepeduliannya dicatat sebagai kebaikan yang abadi.

Oleh: Toni firdaus