Jenazah Tanpa Identitas di Perairan Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai ABK Arupadatu 1

Jenazah Tanpa Identitas di Perairan Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai ABK Arupadatu 1
Jenazah Tanpa Identitas di Perairan Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai ABK Arupadatu 1

BENGKULU, CompasKotaNews.com – Jenazah pria tanpa identitas yang sebelumnya ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya berhasil diidentifikasi. Hasil pencocokan DNA memastikan jenazah tersebut merupakan salah satu kru kapal Arupadatu 1 yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Korban diketahui bernama Surakman atau Sukarman (60), warga Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Ia merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) Arupadatu 1.

Floating Ad with AdSense
X

“Dari DNA, ada persamaan dengan korban ABK Sukarman,” kata seorang sumber kepolisian yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Rabu (22/9).

Menurut sumber tersebut, jenazah Sukarman saat ini masih berada di Bengkulu. Proses pengambilan jenazah rencananya akan dilakukan oleh pihak Polairud.

“Jenazah masih di Bengkulu, rencananya diambil Polair,” ujarnya.

Sukarman ABK Kapal Arupadatu 1

Sukarman merupakan salah satu kru kapal Arupadatu 1 yang pada Senin, 7 September 2026, membawa lima wartawan untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.

Namun, perjalanan tersebut kemudian menjadi kontak terakhir Sukarman sebelum dirinya dinyatakan hilang.

Pria berusia 60 tahun itu dikenal memiliki pengalaman panjang di laut. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, Sukarman telah menjalani kehidupan sebagai nelayan.

Pengalamannya melaut juga cukup luas. Selama menjadi kru Arupadatu 1, Sukarman disebut telah ratusan kali melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau maupun Ujung Kulon.

Kini, hasil identifikasi DNA menjadi titik terang terkait keberadaan Sukarman setelah sebelumnya jenazah tanpa identitas ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.

(Red/CKN)