
Serang Kota || Compaskotanews.com —
Pemerintah Kota Serang kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat ketiga dalam Indeks Daya Saing Daerah. Capaian ini dinilai sebagai hasil dari kebijakan strategis pemerintah daerah yang fokus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.
Tokoh masyarakat Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari arah kebijakan kepala daerah yang berpihak pada masyarakat kecil. Menurutnya, sebagai kota perdagangan dan jasa, Pemerintah Kota Serang memberikan perhatian besar terhadap kemudahan investasi, terutama bagi para pelaku usaha mikro.
“Ini merupakan rangkaian dari kebijakan Pak Wali yang lebih menekankan pada kemudahan investasi, salah satunya bagi pengusaha mikro. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah berhasil memfasilitasi para pelaku usaha sehingga berdampak pada peningkatan indeks daya saing daerah,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah kini dirasakan secara nyata oleh para pelaku usaha melalui berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan mereka. Pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk seremonial, tetapi melalui kebijakan konkret yang mendukung pertumbuhan bisnis lokal.
Berbagai langkah yang dilakukan di antaranya membantu pengemasan produk, melibatkan UMKM dalam berbagai kegiatan dan event, mempermudah proses legalitas perizinan, hingga menanggung biaya administrasi tertentu yang dibutuhkan pelaku usaha.
Menurut Wahyu, keberhasilan ini harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui konsistensi program yang sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Serang. Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan yang bekerja secara terintegrasi.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Serang, Yudi Suryadi, menyebut pertumbuhan bisnis kuliner seperti kafe dan rumah makan menjadi indikator positif berkembangnya investasi di Kota Serang. Ia mengatakan, dominasi UMKM di Kota Serang menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Berdasarkan data, lebih dari 80 persen pelaku usaha di Kota Serang adalah UMKM, termasuk rumah makan dan kafe. Sektor ini juga menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Yudi.
Sebagai ibu kota Provinsi Banten, Kota Serang dinilai memiliki sumber daya manusia yang cukup potensial untuk terus berkembang. Pemerintah berkomitmen menata dan membina para pelaku usaha agar tetap tumbuh dan bertahan di tengah persaingan ekonomi.
Yudi menegaskan, dukungan pemerintah tidak hanya sebatas perizinan, tetapi juga mencakup pelatihan, sertifikasi halal, hingga pembinaan usaha agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Keberhasilan meraih peringkat ketiga dalam Daya Saing Daerah semakin mengukuhkan posisi Kota Serang sebagai kota yang ramah investasi, pro terhadap UMKM, dan siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, Kota Serang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi episentrum ekonomi utama di wilayah Banten.
(Ckn/red)

