Nasrullah, Sosok Penggerak Pembentukan ABPEDNAS di Provinsi Banten

Nasrullah, Sosok Penggerak Pembentukan ABPEDNAS di Provinsi Banten

SERANG.CompasKotaNews.Com
Perjalanan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di Provinsi Banten tidak terlepas dari peran Nasrullah, tokoh organisasi desa yang kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ABPEDNAS Provinsi Banten.

Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ABPEDNAS Kabupaten Serang dan terlibat langsung dalam membangun fondasi organisasi di tingkat daerah.

Kiprah Nasrullah di ABPEDNAS bermula ketika dirinya dipercaya oleh Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU, untuk membantu membentuk dan mengembangkan kepengurusan organisasi tersebut di Provinsi Banten.

Amanah itu dijalankan melalui konsolidasi intensif, penguatan jaringan organisasi, serta komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pada 2024, ketika memimpin DPC ABPEDNAS Kabupaten Serang, Nasrullah aktif mendatangi sejumlah kecamatan untuk memperkenalkan profil organisasi, menjelaskan program kerja, sekaligus mendorong terbentuknya kepengurusan yang solid hingga tingkat wilayah.

Dalam menjalankan roda organisasi, ia juga membangun komunikasi dan sinergi dengan Kejaksaan Negeri Serang serta sejumlah instansi pemerintahan terkait.

Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Langkah pengembangan program kemudian berlanjut pada April 2025. Nasrullah turut menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan, dalam agenda penanaman padi gogo atau padi lahan kering. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peran organisasi agar tidak hanya berfokus pada penguatan kelembagaan, tetapi juga mendukung program yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

Mengemban Amanah Membentuk DPD ABPEDNAS Banten

Perkembangan penting terjadi pada Mei 2025, ketika Nasrullah kembali mendapatkan penugasan dari Ketua Umum DPP ABPEDNAS untuk membentuk DPD ABPEDNAS Provinsi Banten.

Proses pembentukan kepengurusan tingkat provinsi itu dilaksanakan pada bulan yang sama sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi di daerah.
Setelah terbentuk,

Nasrullah menjalankan tugasnya sebagai sekretaris DPD dengan terlibat dalam koordinasi internal, konsolidasi keanggotaan, serta pelaksanaan berbagai agenda organisasi. Perannya tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga mendukung komunikasi antarpengurus dan memastikan program kerja dapat diteruskan hingga tingkat kabupaten.

Dalam berbagai kegiatan, Nasrullah kerap mendampingi Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS, Prof. Dr. Reda Manthovani, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU, serta Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana.

Keterlibatan tersebut mencakup pertemuan dengan pemangku kebijakan, koordinasi lintas lembaga, optimalisasi program Jaksa Garda Desa (JAGA DESA), hingga kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia juga mengikuti agenda nasional organisasi, termasuk rapat kerja nasional dan JAGA DESA Award.

Memperkuat Program JAGA DESA dan Sinergi Kelembagaan

Salah satu fokus yang mendapat perhatian dalam perjalanan organisasi Nasrullah adalah optimalisasi program JAGA DESA.

Program ini menjadi ruang kolaborasi ABPEDNAS dengan jajaran kejaksaan dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang tertib, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.

Melalui koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Banten dan jajaran kejaksaan di tingkat kabupaten, ABPEDNAS berupaya memperkuat pemahaman pengurus BPD mengenai fungsi pengawasan, pengelolaan anggaran, serta pelaksanaan pembangunan desa.

Dalam konteks tersebut, Nasrullah turut mendukung upaya membangun komunikasi antara pengurus ABPEDNAS dan aparat penegak hukum.

Pendekatan ini dinilai penting agar BPD dapat menjalankan tugas dan kewenangannya secara optimal, sekaligus memahami batas-batas tanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku.

Di luar program JAGA DESA, ia juga terlibat dalam agenda pemberdayaan ekonomi. Salah satunya adalah persiapan dan pengembangan bantuan kandang ayam petelur berkapasitas 1.000 ekor yang melibatkan DPC ABPEDNAS Kabupaten Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, Nasrullah turut menghadiri rapat persiapan sekaligus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program.

Aktif Menyambangi Daerah dan Memperkuat Kepengurusan

Sebagai pengurus tingkat provinsi, Nasrullah tidak hanya menjalankan koordinasi dari tingkat DPD. Ia juga aktif menyambangi sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Serang, Tangerang, Pandeglang, dan Lebak, untuk memperkuat komunikasi dengan pengurus cabang serta mendorong optimalisasi keanggotaan.

Kunjungan tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan program dan arahan DPP ABPEDNAS, menyelaraskan agenda kerja, serta membangun hubungan yang lebih erat antara pengurus provinsi dan kabupaten.

Di Kabupaten Lebak, Nasrullah menghadiri kegiatan pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) ABPEDNAS Kecamatan Warunggunung dan Cikulur. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan.

Ia juga menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) DPC ABPEDNAS Kabupaten Serang untuk memberikan arahan terkait pengembangan organisasi.

Sementara di Kabupaten Pandeglang, ia terlibat dalam konsolidasi keanggotaan dan silaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang beserta Kepala Seksi Intelijen, sekaligus memperkenalkan kepengurusan DPC ABPEDNAS setempat.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan upaya membangun organisasi yang tidak hanya memiliki struktur kepengurusan, tetapi juga aktif melakukan komunikasi, koordinasi, dan pelaksanaan program di lapangan.

Mengawal Program Bantuan Air Bersih

Kiprah Nasrullah juga terlihat dalam pelaksanaan program bantuan sumur bor air bersih yang melibatkan PT Sucofindo (Persero), kejaksaan, dan ABPEDNAS.

Program tersebut direalisasikan di dua lokasi, yakni Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, serta Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Nasrullah turut hadir dan mengawal langsung kegiatan peresmian serta serah terima bantuan tersebut.

Bantuan sumur bor ini menjadi salah satu bentuk program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan akses air bersih.

Keterlibatan berbagai pihak juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pemerintah, dan organisasi masyarakat dalam mendukung kebutuhan dasar warga.

Bagi ABPEDNAS, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi organisasi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Mendorong Peran Srikandi JAGA DESA

Selain memperkuat kepengurusan utama, Nasrullah turut mendukung pengembangan Srikandi JAGA DESA sebagai sayap organisasi yang melibatkan kaum perempuan.

Pembentukan dan pelantikan kepengurusan Srikandi di berbagai kabupaten dan kota di Banten menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi perempuan dalam kegiatan organisasi dan penguatan tata kelola desa.

Kehadiran Srikandi JAGA DESA diharapkan dapat memperbesar ruang keterlibatan perempuan dalam kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pengawasan dan pendampingan pembangunan desa sesuai peran organisasi.

Melalui pengembangan struktur tersebut, ABPEDNAS Banten berupaya membangun organisasi yang lebih inklusif dan memiliki jangkauan kerja lebih luas.

Melestarikan Pencak Silat dan Debus Banten

Di luar aktivitas organisasi desa, Nasrullah juga menaruh perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional Banten, khususnya pencak silat dan debus.

Kecintaannya terhadap warisan budaya daerah diwujudkan melalui pendirian Perguruan Pencak Silat Cahaya Karuhun Banten, yang juga dipimpinnya sebagai ketua.

Melalui perguruan tersebut, ia turut mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan seni bela diri tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Banten.

Aktivitas ini sekaligus memperlihatkan bahwa kiprahnya tidak terbatas pada penguatan kelembagaan desa, tetapi juga mencakup pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Konsistensi Organisasi Menjadi Tantangan ke Depan

Perjalanan Nasrullah di ABPEDNAS Banten menunjukkan keterlibatan dalam sejumlah bidang, mulai dari pembentukan organisasi, konsolidasi kepengurusan, penguatan sinergi dengan kejaksaan dan instansi pemerintah, hingga pengawalan program sosial serta pemberdayaan masyarakat.

Meski demikian, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada perluasan jaringan dan pembentukan kepengurusan.

Konsistensi pelaksanaan program, peningkatan kapasitas anggota BPD, serta keberlanjutan kerja sama lintas lembaga juga menjadi aspek penting agar keberadaan organisasi benar-benar memberikan manfaat.

Dengan posisinya sebagai Sekretaris DPD ABPEDNAS Provinsi Banten, Nasrullah memiliki peran strategis dalam mendukung koordinasi organisasi dan meneruskan program kerja hingga tingkat daerah.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan atau luasnya jaringan kepengurusan, melainkan juga oleh sejauh mana program yang dijalankan mampu memperkuat kelembagaan desa, mendorong tata kelola yang baik, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.