Pemkot Serang Terima 36 Alat Detektor Keamanan Pangan untuk Perkuat Pengawasan MBG

Pemkot Serang Terima 36 Alat Detektor Keamanan Pangan untuk Perkuat Pengawasan MBG
Pemkot Serang Terima 36 Alat Detektor Keamanan Pangan untuk Perkuat Pengawasan MBG

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan melalui penerimaan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 36 unit alat detektor keamanan makanan dari Biosense.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah melakukan pemeriksaan makanan secara lebih optimal sekaligus menjadi langkah pencegahan terhadap potensi keracunan pangan dalam pelaksanaan program MBG di Kota Serang.

Floating Ad with AdSense
X

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, dr. Hasanudin, mengapresiasi dukungan yang diberikan Biosense. Menurutnya, bantuan peralatan tersebut dapat memperkuat pengawasan terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program MBG.

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Biosense yang mau memberikan CSR-nya kepada Kota Serang dalam bentuk alat detektor safety food,” ujar Hasanudin, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, alat detektor tersebut akan digunakan untuk melakukan pemantauan dan pengendalian keamanan pangan secara berkala. Pemeriksaan diharapkan dapat dilakukan mulai dari proses pengolahan hingga makanan diterima oleh siswa di sekolah.

Hasanudin menuturkan, keberadaan alat tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Serang dalam mendukung program Kota Serang Sehat sekaligus menunjang pelaksanaan program prioritas nasional.

“Walaupun di Kota Serang saat ini tidak ada kejadian keracunan makanan MBG, alat ini berfungsi sebagai detektor dini. Apakah makanan tersebut mengandung zat berbahaya, racun, atau sudah basi, semuanya akan langsung terdeteksi,” jelasnya.

36 Alat Dibagi ke Setiap Alur Dapur MBG

Dinkes Kota Serang telah menyiapkan skema distribusi untuk memastikan alat detektor keamanan pangan dapat digunakan pada setiap tahapan distribusi makanan.

Dari total 36 unit yang diterima, setiap kelompok atau alur dapur layanan gizi akan memperoleh tiga unit alat.

Satu alat ditempatkan di dapur pengolahan makanan. Alat kedua digunakan dalam kendaraan yang membawa makanan menuju lokasi distribusi, sedangkan satu unit lainnya ditempatkan di lokasi penerima, termasuk sekolah.

“Jadi dari 36 alat tersebut, penempatannya disebar: satu unit ditempatkan di dapur pengolahan, satu unit di dalam mobil pengangkut atau distribusi, dan satu unit di lokasi penerima atau sekolah. Sehingga setiap alur dapur memiliki tiga unit alat penguji,” terang Hasanudin.

Dengan pola tersebut, proses pengawasan keamanan pangan dapat dilakukan secara berjenjang. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan ketika makanan telah tiba di sekolah, tetapi juga sejak makanan diproses dan selama perjalanan menuju penerima.

DPRD Kota Serang Dukung Penguatan Pengawasan MBG

Dukungan terhadap penggunaan alat detektor keamanan pangan tersebut turut disampaikan Anggota DPRD Kota Serang, Edi Santoso.

Ia menilai bantuan CSR tersebut mencerminkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat pelaksanaan program MBG serta mendukung agenda Kota Serang Sehat dan Serang Digital.

Menurut Edi, sistem deteksi yang terintegrasi secara komputerisasi dapat menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko terjadinya masalah keamanan pangan.

“Alat ini sudah terintegrasi secara komputerisasi. Ini adalah langkah preventif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kasus keracunan di daerah lain,” kata Edi.

Ia menambahkan, penggunaan teknologi dalam pengawasan pangan menunjukkan keseriusan Kota Serang dalam memastikan program pemenuhan gizi bagi anak sekolah berjalan dengan memperhatikan aspek keamanan makanan.

Edi juga menegaskan dukungan DPRD Kota Serang terhadap optimalisasi penggunaan alat tersebut. Menurutnya, pemeriksaan dan pencegahan sejak awal menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan program MBG.

Dengan tambahan 36 unit alat detektor keamanan pangan, Pemkot Serang berharap pengawasan terhadap makanan dalam program MBG dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan, sehingga kualitas makanan yang diterima anak-anak di sekolah tetap terjaga.

(TF/Red)