
Surat Terbuka: Kemajuan Kota Serang Harus Diiringi Aparatur yang Terbuka dan Dekat Rakyat
Serang.CompasKotaNews.Com
Kepada Yth.
Bapak Walikota Serang
Kang Budi Rustandi
di Tempat
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Dengan penuh rasa hormat dan keinginan tulus melihat Kota Serang terus melesat maju, kami menyampaikan pesan ini. Tak bisa kami pungkiri, di bawah kepemimpinan Bapak, wajah Kota Serang semakin berseri: pembangunan infrastruktur terlihat nyata di mana-mana, kemajuan yang membanggakan mulai terasa manfaatnya bagi kehidupan warga. Namun satu hal yang menjadi keresahan mendalam di hati kami para penggiat masyarakat: apakah kemajuan fisik yang indah ini seiring sejalan dengan kesiapan, kepekaan dan keterbukaan seluruh jajaran kabinet serta aparatur yang mendampingi Bapak memimpin?
Kami menyoroti kinerja sejumlah Kepala Dinas, Kepala OPD, Camat hingga Lurah yang berada di bawah naungan pemerintahan Bapak. Banyak keluhan yang kami terima, bahkan kami pun merasakannya sendiri: ketika kami menyampaikan aduan yang tulus, kritik yang membangun, maupun masukan demi perbaikan pelayanan, justru disambut dengan kebisuan. Banyak nomor telepon resmi maupun penghubung yang ternyata mati total, tak pernah diangkat, tak bisa dihubungi sama sekali. Bahkan tak jarang kami mendapati nomor kami justru diblokir begitu saja—seolah-olah kehadiran suara rakyat, pandangan luar yang jujur dianggap gangguan yang harus dijauhi, bukan sebagai masukan berharga yang disambut baik.
Seakan ada keinginan hanya ingin bekerja tenang tanpa mau diganggu, padahal tugas mulia menjadi pelayan publik sejatinya selalu harus terbuka lebar menerima suara dari bawah. Kepemimpinan yang baik seharusnya membuka pintu selebar-lebarnya, memberi ruang luas agar suara masyarakat dapat tersampaikan dengan lancar, bukan membangun tembok tinggi yang memisahkan diri dari rakyat yang dilayani.
Perlu kami tegaskan dengan jujur: hal yang kami sampaikan ini bukanlah maksud mencari kesalahan semata atau membenci rekan-rekan aparatur yang bekerja sungguh-sungguh membangun Serang. Bahkan perlakuan sulit dihubungi dan tertutup itu pun pernah kami rasakan menimpa diri pribadi kami sendiri. Kami berharap Kota Serang tidak hanya tampak gemerlap bangunan yang tegak kokoh, jalan mulus rapi—tetapi juga tumbuh maju bersih dan mulia dari sisi pelayanan yang tulus, penuh kebersamaan, serta bernilai rohani yang luhur. Sebab sesungguhnya, kemajuan sejati Kota Serang adalah ketika rakyatnya makmur dan bahagia; keberhasilan terbesar Bapak memimpin adalah ketika seluruh warga merasakan pelayanan yang ramah, mudah dijangkau dan adil dari para aparaturnya.
Oleh karena itu kami mohon dengan hormat: kiranya Bapak Walikota melakukan evaluasi yang sungguh-sungguh dan tegas terhadap sikap tertutup ini. Jangan sampai Bapak hanya mendengar laporan yang manis-manis saja dari bawahan terdekat, Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Sekolah maupun Lurah yang hanya menyampaikan hal-hal yang terlihat baik saja. Dengarkanlah juga suara jujur para penggiat masyarakat, suara warga yang peduli—karena dari situlah seringkali terungkap hal yang tersembunyi, yang jika diperbaiki akan membuat pelayanan semakin sempurna dan membanggakan.
Kami tegaskan pula: apa yang kami sampaikan bukanlah ucapan tanpa bukti atau fitnah yang keji. Jika diperlukan, kami siap menyampaikan secara rinci nama beserta nomor yang selama ini tak pernah merespons, agar pemeriksaan dapat dilakukan secara nyata dan adil. Semoga setelah hal ini tersampaikan, tercipta semangat baru: aparatur yang ramah menyambut masukan, mudah dihubungi, mau mendengar keluhan dengan hati terbuka. Maka dengan sendirinya hati masyarakat akan senang, terus bersedia membantu dan mengingatkan demi bersama-sama mewujudkan cita-cita Serang yang makmur, beradab dan diridhoi Allah SWT.
Demikianlah surat terbuka ini kami sampaikan dengan tulus ikhlas. Terima kasih atas perhatian besar Bapak Walikota Serang.
Hormat kami yang peduli Kota Serang,

