
Viral Jemaah Haji Banten Disebut Tak Kebagian Tenda di Mina, Ketua Kloter JKB 12 Beri Klarifikasi
CompasKotaNews.com – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah jemaah haji asal Banten disebut tidak mendapatkan fasilitas tenda saat menjalani mabit atau bermalam di Mina, Arab Saudi. Menanggapi hal tersebut, Ketua Kloter JKB 12, Anwar Munawar, memberikan penjelasan dan meluruskan informasi yang beredar.
Menurut Anwar, video yang ramai dibagikan sejumlah akun media sosial tersebut tidak menggambarkan kondisi secara utuh. Ia menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di lokasi hanya berlangsung singkat dan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit.
Jemaah yang terlihat dalam video diketahui berasal dari Embarkasi Banten Kloter JKB 12. Saat itu mereka baru tiba di Mina setelah menjalani rangkaian ibadah haji berupa mabit di Muzdalifah usai wukuf di Arafah.
“Situasinya tidak seperti yang digambarkan dalam narasi yang beredar. Permasalahan sudah langsung ditangani dan selesai sekitar 15 hingga 20 menit,” ujar Anwar saat memberikan klarifikasi kepada Media Center Haji, Minggu (31/5/2026).
Dalam video yang viral, muncul narasi bahwa tenda yang menjadi hak jemaah asal Banten ditempati oleh warga asing. Menanggapi hal tersebut, Anwar menjelaskan bahwa Kloter JKB 12 mendapatkan tiga ruangan tenda di Mina.
Tenda pertama dihuni sekitar 180 jemaah, tenda kedua ditempati 130 jemaah, sedangkan tenda ketiga disiapkan untuk 83 jemaah. Kendala muncul ketika rombongan hendak memasuki tenda ketiga yang ternyata sudah ditempati sejumlah orang.
Setelah dilakukan pengecekan, orang-orang yang berada di dalam tenda tersebut diketahui merupakan pekerja dapur dari perusahaan penyedia layanan haji.
“Ketika jemaah hendak masuk, ternyata sudah ada beberapa orang di dalam. Setelah kami telusuri, mereka adalah karyawan dapur dari penyedia layanan,” jelasnya.
Kondisi itu sempat memicu reaksi dari para jemaah yang kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah di Arafah dan Muzdalifah. Namun petugas kloter bersama pihak terkait segera melakukan koordinasi dengan pengelola maktab dan perusahaan penyedia layanan haji untuk mencari solusi.
Anwar mengatakan pihaknya langsung meminta penjelasan dan pertanggungjawaban karena seluruh jemaah telah memiliki kartu resmi yang menunjukkan lokasi penempatan tenda mereka.
Melalui komunikasi intensif antara petugas kloter, pihak syarikah, pengelola maktab, serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, para pekerja dapur akhirnya dipindahkan ke lokasi lain sehingga jemaah dapat menempati tenda sesuai hak mereka.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi, mereka bersedia dipindahkan dan seluruh jemaah kami dapat masuk ke tenda dengan aman dan nyaman,” kata Anwar.
Ia juga membantah kabar yang menyebut jemaah terlantar dalam waktu lama di luar tenda. Menurutnya, proses penyelesaian masalah berlangsung cepat dan selesai pada pagi hari yang sama.
“Semua pihak turun tangan membantu. PPIH Arab Saudi, syarikah, dan petugas lainnya ikut menyelesaikan. Sekitar 15 sampai 20 menit semuanya sudah beres,” ungkapnya.
Terkait viralnya video tersebut, Anwar menilai hal itu dipengaruhi kondisi fisik jemaah yang sedang kelelahan setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji.
Meski demikian, ia memastikan seluruh jemaah Kloter JKB 12 akhirnya dapat melaksanakan mabit di Mina dengan baik hingga kembali ke hotel dalam kondisi sehat.
Anwar berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait agar koordinasi penempatan tenda di Mina semakin tertata dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masa mendatang.
“Alhamdulillah semuanya selesai dengan baik. Jemaah kembali ke hotel dalam keadaan sehat. Ke depan, ini menjadi evaluasi bersama agar pelayanan bagi jemaah haji semakin optimal,” pungkasnya.

