Miris di daerah kawasan Industri Cikande masih ada rumah kumuh beratapkan awan

oleh
Rumah kumuh mang dodi beratapkan awan langit

Serang timur,Compaskotanews.com – Cikande dengan seribu pabrik di wilayah nya namun tidak seberuntung mang Dodi pemilik rumah yang beratapkan awan atau langit di tengan tengah kemewahan dengan beraneka macam pabrik di kecamatan Cikande.

Mang Dodi yang saat ini hanya menggantungkan penggasilan nya dari seorang pemain player piano atau organ tunggal dengan ke hidupan yang serba kekurangan, istri dan anak pun meninggalkan nya.

Inilah rumah yang masih di tempati mang dodi

Saat ini mang Dodi tinggal sebatang kara menempati peninggalan orang tua nya di kampung Raab desa leuwilimus kecamatan Cikande Kab serang, seolah pemerintah tutup mata dengan keberadaan mang Dodi, terutama pihak Desa leuwilimus atau perangkat kecamatan Cikande, padahal di kantor desa ada program bedah rumah atau RTLH, sampai berita ini di turunkan Compaskotanews.com.

Mang dodi tenggal sebatang kara

“Saya mah minta tolong sama kang Yudy, agar rumah peninggalan orang tua saya ini dapat bantuan dari pemerintah kabupaten serang atau dana CSR dari perusahan yang ada di daerah Cikande, saya percaya sama temen temen Kang yudy yang gabung di media agar bisa di dengar oleh mereka ( perangkat pemerintah daerah) tutur dodi kepada awak media Compaskotanews.com.

Baca juga : Penipuan calon tenaga kerja di kawasan industri Cikande

“kalau nasib saya tidak buruk ini mungkin sudah saya perbaiki rumah peninggalan Ibu satu satu nya ini, buat makan sehari hari aja susah kang, boro boro untuk membangun rumah, padahal kalau ada hujan rumah ini bocor semua, kadang tidak bisa tidur kalau hujan nya tiba tiba tengah malam datang. ‘Imbuh Mang Dodi.

mang Dodi terus mengharap kepada orang dermawan agar bisa membantu rumah ini agar bisa kebeli atap

Setelah berita ini terdengar oleh pemangku kebijakan pemerintah kota serang, baik Kades leuwilimus, camat Cikande serta Ibu Ratu Tatu Khasanah selaku Bupati Kab serang baca dan harapan mang Dodi bisa terwujud dan rumah nya bisa di bangun.”pinta mang Dodi (tf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *