Warga Cikokol Alami Pusing Usai Konsumsi Ikan ‘Mabok’ Cisadane, Polisi Minta Hentikan Sementara Aktivitas Tangkap Ikan

oleh

Warga Cikokol Alami Pusing Usai Konsumsi Ikan “Mabok” Cisadane, Polisi Minta Hentikan Sementara Aktivitas Tangkap Ikan

Kota Tangerang.CompasKotaNews.Com
Dugaan pencemaran Sungai Cisadane mulai dirasakan langsung oleh warga bantaran sungai. Sejumlah warga di kawasan Cikokol, Kota Tangerang, mengaku mengalami gangguan kesehatan berupa pusing dan rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi ikan hasil tangkapan dari Sungai Cisadane yang dalam kondisi “mabok”.

Floating Ad with AdSense
X

Ahlan (67), salah satu warga setempat, menuturkan bahwa ikan yang dikonsumsi sebelumnya telah dibersihkan secara menyeluruh. Bahkan, ikan tersebut dicuci menggunakan air mengalir dan direndam dengan cuka sebelum dimasak. Namun, tak lama setelah mencicipinya, ia merasakan pusing meski hanya mengonsumsi dalam jumlah kecil.

“Enggak makan banyak, cuma nyoba saja. Tapi setelah itu pusing. Baru tahu belakangan dari berita TV dan media sosial kalau ikan dari Cisadane dilarang dikonsumsi sementara,” ujar Ahlan, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, sebelum larangan itu tersiar luas, sebagian warga sudah terlanjur memasak ikan hasil tangkapan. Bahkan, ada warga yang sempat membeli ikan tersebut seharga Rp25 ribu, namun akhirnya urung dikonsumsi karena khawatir akan dampaknya.

Fenomena ikan mabok sebenarnya bukan hal baru bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Dalam kondisi tertentu, ikan-ikan kerap terlihat lemah dan mudah ditangkap menggunakan serok, lalu dikonsumsi bersama keluarga. Namun, kejadian kali ini dinilai berbeda dan jauh lebih mencurigakan.

Ahlan mengungkapkan, kondisi fisik ikan tampak tidak lazim. Beberapa ikan mengeluarkan cairan berminyak dari tubuhnya, insangnya dipenuhi bercak merah, dan yang paling mengherankan, ikan sapu-sapu—yang dikenal sangat tahan terhadap kondisi ekstrem—ikut mabok bahkan mati.

“Itu yang bikin warga heran. Ikan sapu-sapu saja mati. Biasanya kucing juga mau makan, ini kucing enggak mau. Jadi warga curiga ada zat kimia berbahaya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Ribuan Tenaga Honorer di Pandeglang Siap Diangkat Menjadi ASN: Kabar Gembira Bagi Masyarakat

Atas kondisi tersebut, warga sepakat menghentikan sementara aktivitas memancing dan menangkap ikan di Sungai Cisadane. Kini, mereka memilih hanya bersantai di bantaran sungai tanpa memanfaatkan hasil perairan.

Kapolres Metro Tangerang Kota: Warga Diminta Tidak Konsumsi Ikan Cisadane Sementara Waktu

Menyikapi dugaan pencemaran tersebut, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari turun langsung melakukan pengecekan di bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di Jalan Kali Pasir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Selasa (10/2/2026).

Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Dinas Kesehatan, Kapolsek Tangerang, lurah setempat, PDAM Kota dan Kabupaten Tangerang, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Babakan. Polisi juga menyalurkan bantuan suplai air bersih bagi warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan adanya perubahan warna air sungai menjadi putih serta ditemukannya ikan-ikan mati di beberapa titik, yang menguatkan dugaan pencemaran lingkungan.

“Kami ingin memastikan langsung dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Untuk sementara, kami mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi zat kimia berbahaya,” tegas Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari.

Tak hanya melakukan pengecekan dari darat, Kapolres juga menelusuri aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet guna memantau kondisi air di sejumlah titik, didampingi petugas DLH dan unsur kelurahan.
Terkait distribusi air bersih, Kapolres memastikan kondisi saat ini mulai berangsur normal.

“Memang sempat ada dampak terhadap distribusi air bersih, namun saat ini sudah kembali normal. PDAM Tirta Benteng telah melakukan pemeriksaan kualitas air dan mengoperasikan instalasi pengolahan air secara optimal,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Polres Metro Tangerang Kota berkoordinasi dengan Perumda Tirta Benteng untuk menyiagakan mobil tangki air bersih yang dapat digunakan sewaktu-waktu guna memenuhi kebutuhan warga sekitar bantaran sungai.

BACA JUGA :  Ujian Ikhlas di Mata Allah, Keikhlasan Hati dalam Beribadah Kepada Allah SWT Tanpa Mengharapkan Pujian dan Penghargaan dari Manusia

Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan pendalaman untuk menelusuri sumber pencemaran dan memastikan keamanan lingkungan serta kesehatan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Cisadane.
(Red/ckn)