
Bukan Ulama, Hamba yang Mencari Petunjuk — Silaturahim ke Ulama Serang Mengantar pada Penghambaan Sejati
SERANG KOTA, CompasKotaNews.com — Saya bukan ustad, bukan pula ulama. Saya hamba biasa yang mengakui keterbatasan diri, orang yang terus berjalan mencari petuah dari para sesepuh, dan sekadar aktif berbagi lewat media ini. Di balik setiap kunjungan, setiap pertemuan dengan para ulama di Kota Serang, bukan sekadar berita yang saya cari — melainkan pencerahan untuk diri sendiri, jalan untuk kembali pulang kepada-Nya.
Setiap silaturahim kepada para ustad dan ulama di Banten, khususnya di Kota Serang, membuka pintu-pintu kebaikan yang tak disangka-sangka. Dari nasihat mereka, dari ketenangan yang terpancar dari pembicaraan mereka, hati ini merasa semakin didekatkan kepada Sang Pencipta. Saya menemukan ketenangan yang tak bisa dibeli — kepasrahan diri yang utuh hanya kepada Allah, Rabb semesta alam, Pemilik segala kehidupan.
Kedekatan kepada para ulama mengantar pada kedekatan yang lebih hakiki: kepada Allah SWT. Melalui amalan yang setia, melalui sujud di sepertiga malam, melalui wirid yang dipanjatkan dalam kesunyian, hati ini semakin merasa dekat dengan Dzat yang menciptakan langit dan bumi. Rabb kami, Malik kami, Ilah kami — hanya kepada-Nya kami berserah, hanya kepada-Nya kami memohon.
Yakinlah, setiap sujud, setiap doa yang dipanjatkan dengan tulus, pasti didengar oleh Allah. Tak ada satu pun harapan hamba yang terabaikan di hadapan-Nya. Di tengah kesibukan, di tengah keterbatasan ilmu, saya belajar satu hal: kekuatan sejati bukan pada pengetahuan yang banyak, melainkan pada keyakinan bahwa Allah senantiasa mendengar dan mengabulkan.
Allah berfirman di dalam Al-Qur’an: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Ghafir: 60). Inilah janji langsung dari-Nya — tidak ada perantara, tidak ada syarat yang sulit, hanya hati yang berdoa dengan yakin. Maka mengapa kita ragu? Mengapa kita mencari kepada selain-Nya, padahal Pemberi Segala Rezeki begitu dekat?
Sahabat pembaca di mana pun berada, inilah ajakan tulus dari saya — bukan sebagai orang yang sudah sempurna, melainkan sebagai sesama hamba yang sedang berbenah: marilah kita kembali kepada-Nya. Luangkan waktu untuk berdoa, untuk bersujud, untuk berbicara kepada Sang Pencipta. Dia mendengar setiap bisikan hati, Dia mengetahui apa yang tersimpan di dalamnya. Percayalah — doa yang tulus tak pernah tertolak.
Oleh:Toni firdaus

