Delegasi Hunan University Tiongkok Kunjungi Desa Ranjeng, Pelajari Pembangunan Perdesaan

Delegasi Hunan University Tiongkok Kunjungi Desa Ranjeng, Pelajari Pembangunan Perdesaan

SERANG, CompasKotaNews.com — Delegasi School of Journalism and Communication, Hunan University, Tiongkok, mengunjungi Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Praktikum Musim Panas bertajuk “Ekspedisi Belt and Road·Koneksi Nusantara” (Belt and Road Expedition·Nusantara Connections).

Kedatangan delegasi yang terdiri atas staf pengajar dan mahasiswa Hunan University tersebut mendapat sambutan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, hingga organisasi budaya setempat.

Floating Ad with AdSense
X

Suasana penyambutan semakin meriah dengan penampilan organisasi budaya Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) yang menyuguhkan atraksi debus. Pertunjukan budaya khas Banten tersebut menjadi salah satu rangkaian penyambutan bagi delegasi dari Tiongkok sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi dan budaya masyarakat Banten.

Atraksi debus tersebut menarik perhatian para delegasi Hunan University yang berkesempatan menyaksikan secara langsung salah satu kesenian tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Banten.

Dalam kunjungan di Desa Ranjeng, delegasi disambut Camat Ciruas Yuli Saputra, Kepala Desa Ranjeng Sapta Mulyana, serta Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Ranjeng Cahyadi. Turut hadir masyarakat Desa Ranjeng, kader Posyandu, dan tokoh masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi delegasi Hunan University untuk berdialog langsung dengan pemerintah desa dan masyarakat mengenai pembangunan perdesaan, kehidupan sosial masyarakat, serta berbagai program yang dijalankan di Desa Ranjeng.

Delegasi juga menggali pengalaman Sapta Mulyana sebagai Kepala Desa Ranjeng yang sebelumnya mengikuti program seminar dan kunjungan studi ke Tiongkok yang ditujukan bagi para kepala desa dari Indonesia.

Melalui kunjungan lapangan tersebut, delegasi Hunan University ingin mempelajari lebih jauh mengenai pembangunan perdesaan di Indonesia serta menggali pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh para kepala desa Indonesia melalui keterlibatan mereka dalam program pembangunan perdesaan dan kegiatan pertukaran di Tiongkok.

Kehadiran masyarakat, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta pengurus Koperasi Desa Merah Putih juga memberikan kesempatan kepada delegasi untuk melihat secara langsung berbagai aspek kehidupan dan pembangunan masyarakat di tingkat desa.

Selain Desa Ranjeng, delegasi Hunan University juga mengunjungi Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Kedua desa tersebut dipilih karena kepala desa masing-masing memiliki pengalaman mengikuti program seminar dan kunjungan studi ke Tiongkok.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi ruang pertukaran budaya. Penyambutan melalui atraksi debus TTKKBI memperlihatkan bagaimana kegiatan pertukaran antara Indonesia dan Tiongkok dapat berlangsung melalui pertemuan langsung antara akademisi, pemerintah desa, masyarakat, dan pelaku budaya.

Praktikum Musim Panas “Ekspedisi Belt and Road·Koneksi Nusantara” diselenggarakan oleh School of Journalism and Communication, Hunan University, Changsha, Provinsi Hunan, Republik Rakyat Tiongkok.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan budaya yang semakin mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam bidang pembangunan perdesaan dan kebudayaan.

(Bdi/Red)