Kru Kapal MV Guo Yuan 26 Sakit Di Perairan Merak-Suralaya, Basarnas Banten Lakukan Evakuasi Medis

Kru Kapal MV Guo Yuan 26 Sakit Di Perairan Merak-Suralaya, Basarnas Banten Lakukan Evakuasi Medis
Kru Kapal MV Guo Yuan 26 Sakit Di Perairan Merak-Suralaya, Basarnas Banten Lakukan Evakuasi Medis

CILEGON, CompasKotaNews.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten melakukan evakuasi medis terhadap seorang kru kapal MV Guo Yuan 26 yang mengalami gangguan kesehatan saat berada di perairan Merak-Suralaya, Kota Cilegon, Banten, Selasa (6/10/2026).

Kru kapal yang dievakuasi diketahui bernama Zhang Hu (55), warga negara China. Ia dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan penyakit usus buntu sehingga membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Informasi mengenai kondisi korban diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada pukul 14.24 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung berkoordinasi dengan agen kapal dan sejumlah unsur terkait untuk melakukan proses evakuasi.

Tim SAR kemudian mengerahkan KN SAR Tetuka menuju lokasi pertemuan atau titik intercept dengan MV Guo Yuan 26. Kapal SAR bertolak pada pukul 18.35 WIB dan tiba di kapal tersebut sekitar pukul 19.15 WIB.

Setelah berada di lokasi, tim segera melakukan proses evakuasi terhadap Zhang Hu. Upaya tersebut berjalan lancar dan korban berhasil dipindahkan ke KN SAR Tetuka dalam kondisi selamat pada pukul 19.59 WIB.

Selanjutnya, KN SAR Tetuka membawa korban menuju Dermaga BBJ. Kapal SAR tersebut tiba dan bersandar di dermaga sekitar pukul 21.00 WIB.

Sesampainya di darat, korban kemudian diserahkan kepada pihak agen kapal bersama petugas Imigrasi Cilegon dan Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banten. Zhang Hu selanjutnya dibawa ke RS Bethsaida Cilegon untuk memperoleh pemeriksaan serta perawatan medis lebih lanjut.

Sejumlah Unsur Terlibat dalam Evakuasi

Operasi evakuasi medis kru MV Guo Yuan 26 tersebut melibatkan sejumlah unsur terkait. Di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, KN SAR Tetuka, KN SAR Drupada, Polairud Polda Banten, Lanal Banten, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banten, Imigrasi Cilegon, KPLP, KSOP Banten, serta agen kapal.

Setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk mendapatkan penanganan medis, operasi SAR dinyatakan selesai.

Seluruh personel dan unsur yang terlibat dalam proses evakuasi selanjutnya kembali ke kesatuan masing-masing.

(Red/CKN)