
Purna Bakti dari ASN Bukan Harus Diam Diri Tapi Memanfaatkan Diusia Tua Lebih Berarti di Mata Sahabat
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi teladan kita, Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan kita semua yang mengikuti jejak kebenaran-Nya.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Masa pengabdian sebagai ASN telah usai. Namun saya sadar: pensiun bukanlah tanda berhenti berbuat, melainkan awal jalan pengabdian yang lain. Ada sabda Nabi yang selalu terpatri di hati:
“Khairunnas anfa’uhum linnas — sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Maka itulah yang saya jalani. Usai purna tugas, saya tak berdiam diri. Di Dewan Dakwah, di Matla’ul Anwar, di setiap kesempatan yang Allah berikan, saya hadir dan berbakti. Bukan untuk dipuji, bukan untuk dikenal — melainkan agar sisa usia ini senantiasa terisi amal baik yang mengalir, yang menenangkan langkah pulang.
Semoga setiap langkah, setiap dakwah, setiap kebaikan yang saya lakukan di tempat-tempat ini menjadi cahaya di jalan saya. Semoga Allah mengakhiri hidup kami semua dalam keadaan husnul khotimah — berakhir dengan kebahagiaan dan keridhaan-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
(Ckn/Red)

