
Serang, CompasKotaNews.com – Warga Perumahan Bumi Ciruas Permai 2 yang berada di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, mengeluhkan pembangunan infrastruktur jalan di lingkungan mereka yang dinilai tidak merata dan memicu kesenjangan sosial di antara warga.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa pembangunan jalan di kawasan tersebut dilakukan secara tidak menyeluruh. Sebagian ruas jalan telah dibangun dengan baik, sementara sebagian lainnya justru belum tersentuh pembangunan sama sekali.
“Setengah dibangun, setengahnya lagi tidak. Ini menimbulkan kecemburuan sosial di antara warga,” ujar salah satu warga setempat.
Ironisnya, jalan yang berada di pinggir saluran air disebut justru belum dibangun, padahal area tersebut dinilai penting untuk akses dan pengendalian lingkungan. Warga juga mengungkapkan bahwa sekitar lima bulan lalu telah dilakukan pengukuran oleh pihak terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
Selain itu, kondisi pembangunan jalan di gang-gang juga dinilai tidak seragam. Ada jalan yang sudah dicor beton, sementara lainnya hanya menggunakan paving block, bahkan ada yang belum diperbaiki sama sekali.
Ketidakjelasan ini memicu tanda tanya di kalangan warga. Mereka mempertanyakan apakah terdapat indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek.
“Warga jadi bertanya-tanya, apakah ada manipulasi dalam pembangunan ini?” ungkap warga lainnya.
Tak hanya soal jalan, warga juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di lingkungan tersebut. Hingga saat ini, mereka menilai belum ada penanganan serius dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera memberikan perhatian dan solusi konkret, baik terkait pemerataan pembangunan jalan maupun penanganan banjir, demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat di Perumahan Bumi Ciruas Permai 2. (Red/CKN)

